Manusia Lebih Disiplin dan Teratur

Memang indah jika memandang deretan semut atau segerombolan itik berjalan dengan teratur dan disiplin. Bahkan seekor semut pun saling bersalaman saat berpapasan. Begitu juga segerombolan itik yang sangat disiplin dengan menaati instruksi penggembalanya. Lalu, bagaimana dengan manusia yang mempunyai akal dan pikiran? Itulah pertanyaan sepele yang kerap terabaikan. Kalau definisi manusia masih seperti yang dikatakan para filosof, yaitu lebih berakal dari semua makhluk dunia, maka tentunya manusia lebih disiplin dan teratur. Bagi seorang mahasiswa dari kalangan intelektual seharusnya sudah menerapkan budaya antri dan mengerti privasi dosennya. Banyak kasus yang menunjukkan buruknya akibat tidak adanya etika dalam antrian dan tenggang rasa. Begitupun sebaliknya, betapa bahagianya jika segala sesuatu yang bersifat bersama dijalani dengan berurutan. Memang tidak banyak terjadi kerusuhan bahkan korban jiwa karena kurangnya kesadaran disiplin dan budaya antri. Tentu kita masih ingat dengan beberapa kasus pembagian zakat yang menelan korban jiwa. Itu hanyalah contoh dari sekian budaya kita yang tidak mau berbudaya antri. Jadi sebagai kaum intelektual mulailah menanamkan dan menerapkan budaya antri, disiplin, menghargai privasi orang lain, tenggang rasa dan adil.

Etika Memasuki Ruang Dosen

Etika Memasuki Ruang Dosen

Berita Terkait

Subscribe

newsletter
id_IDIndonesian